Friday, January 15, 2016

Psikologi Manajemen: Amazon.com

Posted by irna at 5:05 AM 0 comments

AMAZON.COM, INC.
Amazon.com, Inc. merupakan toko online terbesar di dunia yang terbentuk tahun 1994 dan sudah berhasil menguasai pasar online di dunia. Jaringannya sudah tersebar sangat luas di berbagai negera hingga ke seluruh dunia.

Sejarah
Perusahaan ini didirikan pada tahun 1994 oleh Jeff Bozes dan mulai dipublikasikan untuk khalayak umum satu tahun kemudian yaitu tahun 1995. Bozes pada mulanya bekerja di De Shaw&CO memutuskan untuk membuat perusahaannya sendiri. Untuk perencanaan bisnis impian ini, Jeff Bezos menuliskan idenya sendiri . Seattle dipilih Jeff Bezos sebagai tempat usahanya. Hal ini dikarenakan, dengan membuka usaha di Seattle, mempermudah Jeff Bezos dalam mencari staff pada masa itu. Perusahaan Amazon pada awalnya diberi nama Cadabra, Inc. Akan tetapi, kebanyakan orang sering salah mendengarnya sebagai "Cadaver". Padahal "Cadaver" mempunyai arti negatif, yaitu mayat atau bangkai. Untuk itulah, Jeff Bezos menggantinya dengan nama Amazon. Pemilihan nama Amazon terinspirasi dari Sungai Amazon. Seperti yang diketahui, Sungai Amazon merupakan sungai terbesar di dunia. Jeff Bezos menginginkan dengan nama Amazon berharap usahanya akan mudah berkembang menjadi semakin besar, layaknya Sungai Amazon. Alasan lain Jeff Bezos memilih nama Amazon adalah karena nama "Amazon" diawali huruf "A". Huruf "A" pastinya selalu muncul di awal urutan alphabet. Jeff Bezon berharap usahanya yang dia jalankan sama seperti huruf “A”, selalu terdepan. Awal Amazon.com berdiri, perusahaan ini dikerjakan dari garasi rumah Jeff Bezos di Seattle. Jeff Bezos membuat meja sendiri dari pintu rumah bekas. Saat itu, Amazon tidak menyetok buku, namun mereka bekerja sama dengan penerbit yang akan mengirimkan buku ketika ada permintaan ke Amazon. Kemudian, Amazon akan mengirimkan kembali buku tersebut ke pemesan. Ketika Amazon pertama kali online, tampilan situs ini belum semenarik saat ini. Situsnya terlihat sangat polos, sehingga tidak menarik perhatian orang banyak. Kemudian, ketika Amazon.com mempunyai rencana untuk menciptakan situs yang lebih menarik dan kemampuan hosting lebih baik, ada bantuan datang. Bantuan tersebut datang dari Tom Alburg yang menginvestasikan uangnya sebesar $100.000. Pada 1997, Amazon menjadi perusahaan publik yang pertama kali dibuka. Dengan harga saham $18, dalam sehari bisa melonjak sampai $24. Kindle merupakan salah satu inovasi dari Amazon. Kidle adalah alat pembaca ebook yang memudahkan para pengguna untuk membaca ebook. Selain itu, sepanjang perjalanan bisnisnya, Amazon telah mengakuisisi berbagai perusahaan, termasuk Alexa. Alexa adalah perusahaan pengumpul data di internet yang sistem ratingnya menjadi acuan para web master di seluruh dunia.

Kiat-kiat Sukses Amazon dalam Menarik Pelanggan Baru dan Mempertahankan Pelanggan Lama.
Pada mulanya, Amazon.com adalah penyedia layanan toko buku online dimana pelanggannya saat itu hanya terbatas pada orang-orang yang suka membaca buku. Seiring dengan perkembangan zaman dan permintaan pelanggan, Amazon.com saat ini menyediakan berbagai produk seperti barang-barang elektronik, pakaian, perhiasan, peralatan rumah tangga, aplikasi Android, DVD, download musik, peralatan olahraga, dan banyak lainnya. Hal ini menjadikan Amazon.com memperluas peluang pasar dari pembaca buku menjadi seluruh pengguna internet yang memerlukan produk yang disediakan oleh Amazon.com.
Amazon.com saat ini juga mengembangkan aplikasi mobile mengingat jumlah pengguna layanan smartphone baik iPhone maupun Android bertambah sehingga hal ini merupakan peluang besar bagi Amazon.com untuk memperluas pasar pelanggannya ke para pelaku belanja online yang menggunakan smartphone. Bagi pelanggan tentu saja hal ini merupakan kemudahan layanan yang ditawarkan oleh Amazon.com dimana pelanggan dapat mencari produk, membeli produk, dan melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun menggunakan smartphone.
Satu hal lagi yang dikembangkan oleh Amazon.com adalah kemudahan dalam transaksi pembayaran mengingat banyaknya pelanggan yang tidak mempunyai credit card. Data mengenai hal ini tentu saja didapatkan dari hasil penelitian tim Amazon.com dimana kemudahan pembayaran juga mempengaruhi keputusan pelanggan untuk membeli produk melalui Amazon.com. Saat ini pelanggan dapat lebih mudah melakukan pembayaran menggunakan Gift Cards, Coins, dan Coupon (detail dapat dilihat di website Amazon.com).
Amazon.com memanfaatkan teknologi business intelligence dalam usaha untuk mempertahankan pelanggan lama. Konsep inti dari business intelligence secara teori adalah mengumpulkan sejumlah besar data, menyimpan data, menganalisis data, kemudian menghasilkan sebuah informasi penting yang dapat digunakan sebagai sebuah pengetahuan. Hal yang membuat Amazon.com mampu mempertahankan pelanggan lamanya adalah Amazon.com sangat memperhatikan detail. Teknologi business intelligence digunakan oleh Amazon.com untuk mengumpulkan data pelanggan seperti data pencarian (customer browsing history) dan pembelian terakhir pelanggan (customer last purchasing). Data pencarian pelanggan dan pembelian pelanggan selanjutnya diolah untuk menghasilkan sebuah pengetahuan baru mengenai pelanggan tersebut. Hasil yang didapatkan adalah Amazon.com akan merekomendasikan barang-barang yang mungkin akan dibeli oleh pelanggan berdasarkan sejarah pencarian dan pembelian pelanggan.
Manfaat yang didapat dari sudut pandang pelanggan adalah pelanggan akan merasakan sensasi berbelanja online yang lebih personal karena memahami apa yang disukai dan dibutuhkan oleh pelanggan tersebut. Tidak hanya memberikan rekomendasi, bahkan teknologi yang digunakan Amazon.com juga memungkinkan untuk memberikan rekomendasi barang kesukaan pelanggan yang sedang didiskon. Hal ini tentu saja membuka peluang lebih besar bagi pelanggan untuk membeli produk yang direkomendasikan oleh Amazon.com. Alhasil, Amazon.com sebagai penyedia layanan berbelanja online dan pelanggan sama-sama mendapatkan manfaat dari teknologi business intelligence.

Tantangan bagi Amazon untuk Beberapa Tahun ke Depan
Amazon.com dapat dikatakan sebagai salah satu toko online terbesar di dunia. Dengan cara-cara yang digunakan amazon dalam menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama memberikan kemudahan dan kepuasan bagi mereka ketika berbelanja di situs tersebut. Jika amazon tetap mempertahankan cara-caranya tersebut dan lebih meningkatkan lagi kualitas strategi yang disesuaikan dengan perkembangan jaman dalam mempromosikan tokonya maka amazon dapat bertahan hingga beberapa tahun ke depan.
Maraknya toko online yang tersebar saat ini akibat perkembangan teknologi internet yang semakin maju, maka hal tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri bagi amazon dalam menghadapi persaingan antar toko online yang lain. Adanya persaingan membuat amazon melakukan berbagai cara untuk menarik pelanggan dengan memberikan kemudahan bebelanja bagi mereka. Salah satunya adalah dengan membuat sistem pengiriman barang dengan desain yang aman dan cepat, yaitu Amazon Prime Air, sebuah drone (pesawat tanpa awak) yang didesain sedemikian rupa agar bisa mengangkut barang pesanan agar sampai tujuan dengan lebih cepat yaitu kurang dari 30 menit.
Drone Prime Air ini dilengkapi dengan teknologi Sense and Avoid untuk lebih pintar dalam menghindari rintangan yang ada di depan drone ini. Tidak hanya itu, drone ini mampu terbang hingga ketinggian 400 kaki atau sekitar 120 meter, dan melesat hingga sejauh 24 kilometer. Selain itu, drone ini juga lebih pintar dalam mencari lokasi yang cukup luas yang berada di sektiar rumah pembeli, sehingga drone ini mampu mendarat dengan aman. Drone Prime Air ini dikatakan juga dapat mengantarkan pesanan pembelinya dengan waktu kurang dari 30 menit. Saat ini sistem tersebut sedang digarap dan belum sepenuhnya beroperasi. Diharapkan dengan adanya inovasi dari amazon ini dapat mempertahankan perusahaan yang sudah berdiri selama kurang lebih 20 tahun tersebut.

Sumber:
http://sumber-informasi.com/sejarah-berdirinya-perusahaan-amazon-com.xhtml
https://www.orakarik.com/2015/12/pesan-barang-di-amazon-kirim-dengan-drone-prime-air/2/
 

me and ordinary things Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos