AMAZON.COM, INC.
Amazon.com, Inc. merupakan toko
online terbesar di dunia yang terbentuk tahun 1994 dan sudah berhasil menguasai
pasar online di dunia. Jaringannya sudah tersebar sangat luas di berbagai
negera hingga ke seluruh dunia.
Sejarah
Perusahaan ini didirikan pada tahun
1994 oleh Jeff Bozes dan mulai dipublikasikan untuk khalayak umum satu tahun
kemudian yaitu tahun 1995. Bozes pada mulanya bekerja di De Shaw&CO memutuskan
untuk membuat perusahaannya sendiri. Untuk perencanaan bisnis impian ini, Jeff
Bezos menuliskan idenya sendiri . Seattle dipilih Jeff Bezos sebagai tempat
usahanya. Hal ini dikarenakan, dengan membuka usaha di Seattle, mempermudah Jeff
Bezos dalam mencari staff pada masa itu. Perusahaan Amazon pada awalnya diberi
nama Cadabra, Inc. Akan tetapi, kebanyakan orang sering salah mendengarnya
sebagai "Cadaver". Padahal "Cadaver" mempunyai arti
negatif, yaitu mayat atau bangkai. Untuk itulah, Jeff Bezos menggantinya dengan
nama Amazon. Pemilihan nama Amazon terinspirasi dari Sungai Amazon. Seperti
yang diketahui, Sungai Amazon merupakan sungai terbesar di dunia. Jeff Bezos
menginginkan dengan nama Amazon berharap usahanya akan mudah berkembang menjadi
semakin besar, layaknya Sungai Amazon. Alasan lain Jeff Bezos memilih nama
Amazon adalah karena nama "Amazon" diawali huruf "A". Huruf
"A" pastinya selalu muncul di awal urutan alphabet. Jeff Bezon
berharap usahanya yang dia jalankan sama seperti huruf “A”, selalu terdepan. Awal
Amazon.com berdiri, perusahaan ini dikerjakan dari garasi rumah Jeff Bezos di
Seattle. Jeff Bezos membuat meja sendiri dari pintu rumah bekas. Saat itu,
Amazon tidak menyetok buku, namun mereka bekerja sama dengan penerbit yang akan
mengirimkan buku ketika ada permintaan ke Amazon. Kemudian, Amazon akan
mengirimkan kembali buku tersebut ke pemesan. Ketika Amazon pertama kali
online, tampilan situs ini belum semenarik saat ini. Situsnya terlihat sangat
polos, sehingga tidak menarik perhatian orang banyak. Kemudian, ketika
Amazon.com mempunyai rencana untuk menciptakan situs yang lebih menarik dan
kemampuan hosting lebih baik, ada bantuan datang. Bantuan tersebut datang dari
Tom Alburg yang menginvestasikan uangnya sebesar $100.000. Pada 1997, Amazon
menjadi perusahaan publik yang pertama kali dibuka. Dengan harga saham $18,
dalam sehari bisa melonjak sampai $24. Kindle merupakan salah satu inovasi dari
Amazon. Kidle adalah alat pembaca ebook yang memudahkan para pengguna untuk
membaca ebook. Selain itu, sepanjang perjalanan bisnisnya, Amazon telah
mengakuisisi berbagai perusahaan, termasuk Alexa. Alexa adalah perusahaan
pengumpul data di internet yang sistem ratingnya menjadi acuan para web master di
seluruh dunia.
Kiat-kiat
Sukses Amazon dalam Menarik Pelanggan Baru dan Mempertahankan Pelanggan Lama.
Pada mulanya, Amazon.com adalah
penyedia layanan toko buku online dimana pelanggannya saat itu hanya terbatas
pada orang-orang yang suka membaca buku. Seiring dengan perkembangan zaman dan
permintaan pelanggan, Amazon.com saat ini menyediakan berbagai produk seperti
barang-barang elektronik, pakaian, perhiasan, peralatan rumah tangga, aplikasi
Android, DVD, download musik, peralatan olahraga, dan banyak lainnya. Hal ini
menjadikan Amazon.com memperluas peluang pasar dari pembaca buku menjadi
seluruh pengguna internet yang memerlukan produk yang disediakan oleh
Amazon.com.
Amazon.com saat ini juga
mengembangkan aplikasi mobile mengingat jumlah pengguna layanan smartphone baik
iPhone maupun Android bertambah sehingga hal ini merupakan peluang besar bagi
Amazon.com untuk memperluas pasar pelanggannya ke para pelaku belanja online
yang menggunakan smartphone. Bagi pelanggan tentu saja hal ini merupakan
kemudahan layanan yang ditawarkan oleh Amazon.com dimana pelanggan dapat
mencari produk, membeli produk, dan melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun
menggunakan smartphone.
Satu hal lagi yang dikembangkan
oleh Amazon.com adalah kemudahan dalam transaksi pembayaran mengingat banyaknya
pelanggan yang tidak mempunyai credit card. Data mengenai hal ini tentu saja
didapatkan dari hasil penelitian tim Amazon.com dimana kemudahan pembayaran
juga mempengaruhi keputusan pelanggan untuk membeli produk melalui Amazon.com.
Saat ini pelanggan dapat lebih mudah melakukan pembayaran menggunakan Gift
Cards, Coins, dan Coupon (detail dapat dilihat di website Amazon.com).
Amazon.com memanfaatkan teknologi business intelligence dalam usaha untuk
mempertahankan pelanggan lama. Konsep inti dari business intelligence secara
teori adalah mengumpulkan sejumlah besar data, menyimpan data, menganalisis
data, kemudian menghasilkan sebuah informasi penting yang dapat digunakan
sebagai sebuah pengetahuan. Hal yang membuat Amazon.com mampu mempertahankan
pelanggan lamanya adalah Amazon.com sangat memperhatikan detail. Teknologi business intelligence digunakan oleh
Amazon.com untuk mengumpulkan data pelanggan seperti data pencarian (customer browsing history) dan pembelian
terakhir pelanggan (customer last
purchasing). Data pencarian pelanggan dan pembelian pelanggan selanjutnya
diolah untuk menghasilkan sebuah pengetahuan baru mengenai pelanggan tersebut.
Hasil yang didapatkan adalah Amazon.com akan merekomendasikan barang-barang
yang mungkin akan dibeli oleh pelanggan berdasarkan sejarah pencarian dan
pembelian pelanggan.
Manfaat yang didapat dari sudut
pandang pelanggan adalah pelanggan akan merasakan sensasi berbelanja online
yang lebih personal karena memahami apa yang disukai dan dibutuhkan oleh
pelanggan tersebut. Tidak hanya memberikan rekomendasi, bahkan teknologi yang
digunakan Amazon.com juga memungkinkan untuk memberikan rekomendasi barang
kesukaan pelanggan yang sedang didiskon. Hal ini tentu saja membuka peluang
lebih besar bagi pelanggan untuk membeli produk yang direkomendasikan oleh
Amazon.com. Alhasil, Amazon.com sebagai penyedia layanan berbelanja online dan
pelanggan sama-sama mendapatkan manfaat dari teknologi business intelligence.
Tantangan
bagi Amazon untuk Beberapa Tahun ke Depan
Amazon.com dapat dikatakan sebagai
salah satu toko online terbesar di dunia. Dengan cara-cara yang digunakan
amazon dalam menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama
memberikan kemudahan dan kepuasan bagi mereka ketika berbelanja di situs
tersebut. Jika amazon tetap mempertahankan cara-caranya tersebut dan lebih
meningkatkan lagi kualitas strategi yang disesuaikan dengan perkembangan jaman
dalam mempromosikan tokonya maka amazon dapat bertahan hingga beberapa tahun ke
depan.
Maraknya toko online yang tersebar
saat ini akibat perkembangan teknologi internet yang semakin maju, maka hal
tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri bagi amazon dalam menghadapi
persaingan antar toko online yang lain. Adanya persaingan membuat amazon
melakukan berbagai cara untuk menarik pelanggan dengan memberikan kemudahan
bebelanja bagi mereka. Salah satunya adalah dengan membuat sistem pengiriman
barang dengan desain yang aman dan cepat, yaitu Amazon Prime Air, sebuah drone
(pesawat tanpa awak) yang didesain sedemikian rupa agar bisa mengangkut barang pesanan
agar sampai tujuan dengan lebih cepat yaitu kurang dari 30 menit.
Drone Prime Air ini dilengkapi
dengan teknologi Sense and Avoid untuk lebih pintar dalam menghindari rintangan
yang ada di depan drone ini. Tidak hanya itu, drone ini mampu terbang hingga
ketinggian 400 kaki atau sekitar 120 meter, dan melesat hingga sejauh 24
kilometer. Selain itu, drone ini juga lebih pintar dalam mencari lokasi yang
cukup luas yang berada di sektiar rumah pembeli, sehingga drone ini mampu
mendarat dengan aman. Drone Prime Air ini dikatakan juga dapat mengantarkan
pesanan pembelinya dengan waktu kurang dari 30 menit. Saat ini sistem tersebut
sedang digarap dan belum sepenuhnya beroperasi. Diharapkan dengan adanya
inovasi dari amazon ini dapat mempertahankan perusahaan yang sudah berdiri
selama kurang lebih 20 tahun tersebut.
Sumber:
http://sumber-informasi.com/sejarah-berdirinya-perusahaan-amazon-com.xhtml
https://www.orakarik.com/2015/12/pesan-barang-di-amazon-kirim-dengan-drone-prime-air/2/
