2. Metode
Ilmiah
2.1. Metode
Ilmiah dan Metode Non Ilmiah
Shaugnessy
dan Zechmeister (1997) membahas perbedaan metode ilmiah dan non ilmiah yang di
gambarkan pada tabel di bawah ini:
|
2.2. Langkah –
langkah Operasional
·
Perumusan Masalah
Yang dimaksud dengan masalah yaitu
pernyataan apa, mengapa, ataupun bagaimana tentang obyek yangteliti. Masalah
itu harus jelas batas-batasnya serta dikenal faktor-faktor yang
mempengaruhinya.
·
Penyusunan
Hipotesis
Hipotesis adalah suatu pernyataan
yang menunjukkan kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang telah
ditetapkan. Dengan kata lain, hipotesis merupakan dugaan yang tentu saja
didukung oleh pengetahuan yang ada. Hipotesis juga dapat dipandang sebagai
jawaban sementara dari permasalahan yang harus diujikebenarannya dalam suatu
observasi atau eksperimentasi.
·
Pengujian
Hipotesis
Pengujian hipotesis merupakan usaha
pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk
dapat memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis
tersebut atau tidak. Fakta-fakta ini dapat diperoleh melalui pengamatan
langsung dengan mata atau teleskop atau dapat juga melalui uji coba atau
eksperimentasi, kemudian fakta-fakta itu dikumpulkan melalui penginderaan.
·
Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan ini didasarkan
atas penilaian melalui analisis dari fakta (data) untuk melihat apakah hipotesis
yang diajukan itu diterima atau tidak. Hipotesis itu dapat diterima bila fakta
yang terkumpul itu mendukung pernyataan hipotesis. Bila fakta tidak mendukung
maka hipotesis itu ditolak. Hipotesis yang diterima merupakan suatu pengetahuan
yang kebenarannya telah diuji secara ilmiah, dan merupakan bagian dari ilmu
pengetahuan.
2.3. Keunggulan,
Kekurangan, dan Keterbatasan Metode Ilmiah
ü Keunggulan
1) Metode
ilmiah lebih bisa dipertanggung jawabkan, dikarenakan adanya bukti-bukti yang
konkret dan ada ukuran yang jelas
2) Sifatnya
jelas, dapat di buktikan dan dapat diamati langsung oleh alat indra pada
manusia
3) Dapat
dijadikan satuan atau tolok ukur untuk penelitian-penelitian selanjutnya, bila
tidak terdapat kesalahan
4) Mengajarkan
pada manusia untuk menatap realita dan segala sesuatu yang ada
5) Operasional,
dapat digunakan dan diamalkan dalam kehidupan keseharian
6) Logis,
karena dapat dibuktikan oleh semua orang
û Kekurangan
a) Metode ilmiah tidak mungkin bisa
menjangkau objek yang bersifat inmateri
(gaib), dikarenakan tidak adanya wujud, ukuran dan timbangan yang jelas.
b) Terlalu bergantung pada objek
yang ada
c) Metode ilmiah akan berubah bila
objek yang di amati telah berubah. Sebagai contoh ilmuan mengatakan bahwa suhu
diatas puncak merapi adalah 35 derajat celcius, namun apa yang di kemukakan
oleh ilmuan akan berubah seiring berubahnya cuaca dan suhu
d) Kurang valid, karena tidak semua
hasil dari metode atau penelitian di suatu daerah akan bisa diterapkan untuk
daerah lain.
e) Membutuhkan waktu yang lama,
karena penelitian dilakukan secara berulang.
f) Membutuhkan biaya yang sangat
mahal, karena setiap penelitian memerlukan alat bantu berupa peralatan yang
menggunakan tehnologi canggih.
g) Dapat terhapus atau tidak dipakai
bila terbukti ditemukan kesalahan dan bila muncul teori lain yang dianggap
lebih berguna
h) Cenderung kaku dan tidak
terpengaruh oleh rasio
Ø Keterbatasan
Dengan metode ilmiah dapat
dihasilkan ilmu atau pengetahuan yang ilmiah. Dalam pengujian hipotesis,
diperlukan data. Data ini berasal dari pengamatan yang dilakukan oleh panca indera.
Kita mengetahui bahwa panca indera mempunyai keterbatasan untuk menangkap
sesuatu fakta. Dengan demikian maka data yang terkumpul juga tidak sesuai
dengan yang sebenarnya. Kesimpulan yang diambil berdasarkan data tidak benar,
tentu saja juga tidak akan benar. Jadi, peluang terjadinya kekeliruan suatu
kesimpulan yang diambil berdasarkan metode ilmiah tetap ada. Oleh karena itu
semua kesimpulan ilmiah, atau kebenaran ilmu bersifat tentatif, artinya
kesimpulan itu dianggap benar selama belum ada kebenaran ilmu yang dapat
menolak kesimpulan itu. Sedangkan kesimpulan ilmiah yang dapat menolak
kesimpulan ilmiah yang terdahulu, menjadi kebenaran ilmu yang baru. Keterbatasan
lain yaitu tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan yang bersangkutan
dengan baik dan buruk atau sistem nilai, tentang seni dan keindahan, dan juga
tidak dapat menjangkau untuk menguji adanya Tuhan.
|

