Tuesday, April 8, 2014

Metode Ilmiah

Posted by irna at 5:20 AM
   2. Metode Ilmiah

2.1. Metode Ilmiah dan Metode Non Ilmiah


Shaugnessy dan Zechmeister (1997) membahas perbedaan metode ilmiah dan non ilmiah yang di gambarkan pada tabel di bawah ini:


2.2. Langkah – langkah Operasional
                
·         Perumusan Masalah
Yang dimaksud dengan masalah yaitu pernyataan apa, mengapa, ataupun bagaimana tentang obyek yangteliti. Masalah itu harus jelas batas-batasnya serta dikenal faktor-faktor yang mempengaruhinya.

·         Penyusunan Hipotesis
Hipotesis adalah suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, hipotesis merupakan dugaan yang tentu saja didukung oleh pengetahuan yang ada. Hipotesis juga dapat dipandang sebagai jawaban sementara dari permasalahan yang harus diujikebenarannya dalam suatu observasi atau eksperimentasi.

·         Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis merupakan usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak. Fakta-fakta ini dapat diperoleh melalui pengamatan langsung dengan mata atau teleskop atau dapat juga melalui uji coba atau eksperimentasi, kemudian fakta-fakta itu dikumpulkan melalui penginderaan.

·         Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan ini didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta (data) untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan itu diterima atau tidak. Hipotesis itu dapat diterima bila fakta yang terkumpul itu mendukung pernyataan hipotesis. Bila fakta tidak mendukung maka hipotesis itu ditolak. Hipotesis yang diterima merupakan suatu pengetahuan yang kebenarannya telah diuji secara ilmiah, dan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan.

2.3. Keunggulan, Kekurangan, dan Keterbatasan Metode Ilmiah

ü  Keunggulan
1)      Metode ilmiah lebih bisa dipertanggung jawabkan, dikarenakan adanya bukti-bukti yang konkret dan ada ukuran yang jelas
2)      Sifatnya jelas, dapat di buktikan dan dapat diamati langsung oleh alat indra pada manusia
3)      Dapat dijadikan satuan atau tolok ukur untuk penelitian-penelitian selanjutnya, bila tidak terdapat kesalahan
4)      Mengajarkan pada manusia untuk menatap realita dan segala sesuatu yang ada
5)      Operasional, dapat digunakan dan diamalkan dalam kehidupan keseharian
6)      Logis, karena dapat dibuktikan oleh semua orang

û  Kekurangan
a) Metode ilmiah tidak mungkin bisa menjangkau objek yang bersifat   inmateri (gaib), dikarenakan tidak adanya wujud, ukuran dan timbangan yang jelas.
b) Terlalu bergantung pada objek yang ada
c) Metode ilmiah akan berubah bila objek yang di amati telah berubah. Sebagai contoh ilmuan mengatakan bahwa suhu diatas puncak merapi adalah 35 derajat celcius, namun apa yang di kemukakan oleh ilmuan akan berubah seiring berubahnya cuaca dan suhu
d) Kurang valid, karena tidak semua hasil dari metode atau penelitian di suatu daerah akan bisa diterapkan untuk daerah lain.
e) Membutuhkan waktu yang lama, karena penelitian dilakukan secara berulang.
f) Membutuhkan biaya yang sangat mahal, karena setiap penelitian memerlukan alat bantu berupa peralatan yang menggunakan tehnologi canggih.
g) Dapat terhapus atau tidak dipakai bila terbukti ditemukan kesalahan dan bila muncul teori lain yang dianggap lebih berguna
h) Cenderung kaku dan tidak terpengaruh oleh rasio

Ø  Keterbatasan
Dengan metode ilmiah dapat dihasilkan ilmu atau pengetahuan yang ilmiah. Dalam pengujian hipotesis, diperlukan data. Data ini berasal dari pengamatan yang dilakukan oleh panca indera. Kita mengetahui bahwa panca indera mempunyai keterbatasan untuk menangkap sesuatu fakta. Dengan demikian maka data yang terkumpul juga tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Kesimpulan yang diambil berdasarkan data tidak benar, tentu saja juga tidak akan benar. Jadi, peluang terjadinya kekeliruan suatu kesimpulan yang diambil berdasarkan metode ilmiah tetap ada. Oleh karena itu semua kesimpulan ilmiah, atau kebenaran ilmu bersifat tentatif, artinya kesimpulan itu dianggap benar selama belum ada kebenaran ilmu yang dapat menolak kesimpulan itu. Sedangkan kesimpulan ilmiah yang dapat menolak kesimpulan ilmiah yang terdahulu, menjadi kebenaran ilmu yang baru. Keterbatasan lain yaitu tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan yang bersangkutan dengan baik dan buruk atau sistem nilai, tentang seni dan keindahan, dan juga tidak dapat menjangkau untuk menguji adanya Tuhan.

0 comments:

Post a Comment

 

me and ordinary things Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos