Irene adalah seorang mahasiswa berusia 20 tahun dengan kepribadian yang dikenal baik namun tidak memiliki banyak teman. ia datang ke klinik mengeluhkan kegelisahannya yang berlebihan dan kesulitan dan mengendalikan dirinya. segalanya terlihat sebagai suatu bencana bagi Irene. Walaupun ia memiliki prestasi akademik dengan angka 3,7 ia selalu merasa khawatir bahwa ia akan gagal dalam ujian. Sehingga sebagai bentuk ketakutannya ia selalu mengulang materi yang telah ia pelajari berkali-kali, karena ia khawatir suatu saat ia akan lupa dan tidak mengerti dengan materi tersebut.
Irene tidak hanya khawatir dengan sekolahnya. ia juga khawatir tentang hubungan nya dengan pasangannya. Dimanapun saat ia berada dengan kekasihnya, ia merasa cemas dan takut berbuat suatu hal yang bodoh dan membuat ketertarikan pasangnnya hilang padanya.
Irene juga memperhatikan masalah kesehatannya. ia memiliki penyakit hipertensi minor, mungkin hal ini karena badannya yang agak terlalu gemuk. Hal ini membuat Irene melihat daging seperti sebagai suatu ancaman kematian yang tidak boleh dimakan. ia enggan untuk mengukur tekanan darahnya karena ia takut akan hasilnya yang menurutnya pasti sangat tinggi dan ia tidak menurunkan berat badannya. Irene membatasi porsi makannya dengan sungguh-sungguh, sehingga ia juga pernah berperilaku binge eating (dengan sengaja memuntahkan makanan yang telah dimakan). Irene juga terkadang mengalami serangan panik tiba-tiba, namun ini bukan hal yag utama yang terlihat dari dirinya. Irene juga sering cemas akan kemungkinsn terjadinya suatu musibah atau bencana alam.
Teori Psikoanalisis
Frued membagi struktur kepribadian kedalam tiga komponen, yaitu id, ego, dan superego. Perilaku seseorang merupakan hasil dari interaksi antara ketiga komponen tersebut.
1. Id (Das Es)
Id berisikan motifasi dan energy positif dasar, yang sering disebut insting atau stimulus. Id berorientasi pada prinsip kesenangan (pleasure principle) atau prinsip reduksi ketegangan, yang merupak sumber dari dorongan-dorongan biologis (makan, minum, tidur, dll) Prinsip kesenangan merujuk pada pencapaian kepuasan yang segera, dan id orientasinya bersifat fantasi (maya). Untuk memperoleh kesengan id menempuh dua cara yaitu melalui reflex dan proses primer, proses primer yaitu dalam mengurangi ketegangan dengan berkhayal.
2. Ego (Das Ich)
Peran utama dari ego adalah sebagai mediator (perantara) atau yang menjembatani anatar id dengan kondisi lingkungan atau dunia luar dan berorintasi pada prinsip realita (reality principle). Dalam mencapai kepuasan ego berdasar pada proses sekunder yaitu berfikir realistic dan berfikir rasional. Dalam proses disebelumnya yaitu proses primer hanya membawanya pada suatu titik, dimana ia mendapat gambaran dari benda yang akan memuaskan keinginannya, langkah selanjutnya adalah mewujudkan apa yang ada di das es dan langkah ini melalui proses sekunder. Dalam upaya memuaskan dorongan, ego sering bersifat prakmatis, kurang memperhatikan nilai/norma, atau bersifat hedonis.
Hal yang perlu diperhatikan dari ego adalah :
> Ego merupakan bagian dari id yang kehadirannya bertugas untuk memuaskan kebutuhan id.
> Seluruh energy (daya) ego berasal dari id
> Peran utama memenuhi kebutuhan id dan lingkungan sekitar
> Ego bertujuan untuk mempertahankan kehidupan individu dan pengembanbiakannya.
3. Super Ego (Das Uber Ich)
Super ego merupak cabang dari moril atau keadilan dari kepridadian, yang mewakili alam ideal daripada alam nyata serta menuju kearah yang sempurna yang merupakan komponen kepribadian terkait dengan sytandar atau norma masyarakat mengenai baik dan buruk, benar dan salah. Dengan terbentukny super ego berarti pada diri individu telah terbentuk kemampuan untuk mengontrl dirinya sendiri (self control) menggantikan control dari orang tua (out control). Fungsi super ego adalah sebagai berikut :
> Merintangi dorongan-dorongan id, terutama dorongan seksual dan agresif
> Mendorong ego untuk mengantikan tujuan-tujuan relistik dengan tujuan-tujuan moralistic.
> Mengejar kesempurnaan. (perfection)
Analisa
Kasus yang dialami Irene diatas merupakan salah satu contoh kasus dari Generalized Anxiety Disorder (GAD). Penderita generalized anxiety disorder menganggap kekhawatiran mereka sebagai sesuatu yang tidak dapat dikendalikan (Ruscio, Borkovek, & Ruscio, 2001). Usaha mereka untuk mengendalikan kecemasan biasanya gagal dan biasanya menderita sejumlah simptom baik fisik maupun psikologis yang mempengaruhi aspek sosial, pekerjaan dan fungsi kehidupan secara umum. Mereka mudah merasa sering tidak berdaya dan sering berada dalam situasi tertekan dan suli berkonsentrasi. Sering merasakan ketegangan yang sangat besar yang membuat mereka tidak dapat berfikir, pada mala harinya sulit untuk tidur, atau sulit untuk tetap tidur atau meskipun tidur, tidak merasakan kepuasan dari tidurnya. Pada siang hari mereka merasa kelelahan, mudah marah dan tegang. Kekhawatiran seorang dengan generalized anxiety disorder dapat dialami selama bertahun-tahun. Pada kenyataannya individu dengan gangguan ini menyatakan mereka tidak pernah tidak merasakan ketegangan dan kecemasan setiap harinya. Dan orang lain cendrung melihat mereka sebagai individu yang pesimis.
Kekhawatiran yang paling sering dirasakan adalah mengenai kesehatan mereka dan masalah sehari-hari, seperti terlambat menghadiri pertemuan atau terlalu banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Ketikan gangguan ini terjadi pada anak-anak ketakukan dan kecemasan yang mereka rasakan biasanya berhubungan dengan prestasi di sekolah. Gangguan ini memengaruhi 8,3% dari populasi dan biasanya terjadi pada wanita (Kendler.dkk,..2005). pada populasi yang lebih umum. Rasio jenis kelamin, kira-kira dua pertiganya adalah wanita; pada kondisi klinis, 55 hingga 60 persen klien yang mendapatkan diagnosis dengan kondisi ini adalah wanita (APA, 2000). Sebgianbesar terjadi pada individu yang berusia masih sangat muda, tetapi peristiwa yang menimbulkan stress ketika individu berada pada masa dewasa dapat menyebabkan munculnya simptom ini.
Karakteristik Generalized Anxiety Disorder DSM –IV – TR :
a. Mengalami kecemasan yang berlebihan dan perasaan cemas yang sering muncul selama enam bulan. mempemgaruhi berbagai aktivitas atau situasi seperti sekolah atau pekerjaan.
b. Kekhawatiran, kecemasan dan simptom fisik lainnya yang berhubungan menyebabkan stress yang signifikan atau ketidakmampuan
c. Merasa kesulitan dalam mengendalikan perasaan cemas
d. Kecemasan dan kekhawatiran mereka diasumsikan sekurang-kurangnya dengan tiga hal berikut :
i. Gelisah
ii. Mudah merasa lelah
iii. Sulit berkonsentrasi
iv. Mudah marah
v. Otot yang tegang
vi. Gangguan tidur
e. Fokus kecemasan dan kegelisahannya tidak termasuk dalam fokus yang diutamakan pada pada Axis I; kegelisahan dan kecemasannya bukan mengenai serangan panik (panic disorder), malu dengan masyarakat (seperti school phobia), tidak termasuk dalam obsessivec ompulsive disorder, tidak terfokus pada menjauh dari keluarga atau kerabat lain seperti pada separation anxiety disorder, tidak terfokus pada berat badan seperti anorexia nervosa atau bulimia nervosa atau memiliki penyakit serius seperti pada hypochondriasis, and bukan termasuk dalam posttraumatic stress disorder (PTSD) .
Teori Psikoanalisis berpendapat bahwa sumber gangguan kecemasan menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder) adalah konflik yang tidak disadari antara ego dan impuls-impuls id. Impuls-impuls tersebut biasanya bersifat seksual atau agresif, berusaha untuk mengekpresikan diri namun ego tidak membiarkannya, karena tanpa disadari merasa takut terhadap hukuman yang akan diterima. Sumber kecemasan yang sebenarnya yaitu hasrat-hasrat yang berhubungan dengan impuls-impuls id yang selalu berusaha untuk mengekpresikan diri. Namun tidak ada pengalihan dari hasrat-hasrat tersebut melalui suatu objek atau situasi, sehingga tidak adanya suatu pertahanan dan hal ini menyebabkan seorang yang menderita generalized anxiety disorder selalu merasa cemas.
Sumber:
https://psikologiabnormal.wikispaces.com/Generalized+Anxiety+Disorder
https://bkpemula.wordpress.com/2012/01/31/teori-kepribadian-psikoanalisis-sigmun-freud/

0 comments:
Post a Comment