Evolusi
adalah suatu proses perubahan makhluk hidup secara bertahap dan membutuhkan
waktu yang lama dari bentuk yang sederhana, menjadi bentuk yang lebih kompleks.
Diperlukan waktu jutaan tahun agar perubahan tersebut nampak lebih jelas. Terdapat dua macam evolusi :
Evolusi Progresif
: Evolusi yang menuju pada kemungkinan dapat bertahan hidup.
Evolusi Regresif
(retrogresif) : Evolusi yang menuju pada kemungkinan menjadi punah.
Teori
evolusi itu sendiri adalah perpaduan antara ide (gagasan) dan fakta. Berikut
teori dari para ilmuan mengenai Evolusi makhluk hidup:
Jean Baptise Lamarck
Idenya
mengenai evolusi, di tuangkan di dalam buku berjudul “Philosophic zoologique”.
Dalam buku tersebut, Lamarck mengungkapkan :
Ø Alam
sekitar/lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri atau sifat yang
diwariskan. Ciri-ciri/sifat tersebut akan diwariskan kepada keturunannya.
Ø Organ
yang sering digunakan akan berkembang, sedangkan apabila tidak digunakan akan
mengalami kemunduran bahkan hilang, Contoh : Lamacrk berpendapat bahwa dahulu,
jerapah memiliki leher yang pendek. Bagi keturunan jerapah yang dapat
beradaptasi baik dengan lingkungan (dapat mengambil makanan di pohon yang
tinggi), leher jerapah akan berkembang menjadi lebih panjang. Jerapah yang telah
beradaptasi menjadi leher panjang tersebut, akan mewariskan sifat-sifat kepada
keturunannya. Namun sebaliknya, bagi keturunan jerapah yang tidak dapat
beradaptasi baik dengan lingkungan, maka ia akan mengalami kemunduran.
Charles
Darwin
Charles Darwin juga menerbitkan buku mengenai asal mula spesies pada tahun
1859, dengan judul “on the ofiginof species by means of natural selection” atau
“the preservation of favored races in the struggle for life”. Mengenai Evolusi,
Darwin berpendapat :
Ø Yang
menjadi dasar evolusi organik bukan dari adaptasi lingkungan, melainkan karena
seleksi alam dan seksual.
Seleksi alam
berupa “pertarungan” dalam kehidupan, yang kuat akan terus hidupSetiap populasi
berkecenderungan untuk tumbuh banyak karena proses bereproduksi. Untuk berkembang
biak, diperlukan adanya makanan dan ruang yang cukup. Bertambahnya suatu
populasi tidak berjalan terus-menerus.
Alfred Wallace
Memiliki
pendapat yang sama dengan Charles Darwin, bahwa spesies yang ada sekarang,
berasal dari spesies masa silam yang mampu bertahan hidup.
Count De Buffen
Menyatakan
bahwa variasi-variasi kecil yang terjadi karena pengaruh alam sekitar yang
diwariskan. Dengan demikian, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan akan
menyebabkan terjadinya variasi yang mengarah pada terbentuknya spesies baru.
Sir Charles Lyeel
Menyatakan
bahwa batuan, pulau-pulau, dan benua mengalami perubahan.
Thomas Robert Malthus
Menyatakan
bahwa pertambahan jumlah penduduk naik seperti deret ukur, sedangkan bahan
makanan yang tersedia, naik seperti nilai hitung.
Anaximender
Bumi
pada awalnya merupakan lautan, lalu berkembang menjadi daratan. Para makhluk
hidup aquatik pun termodifikasi sehingga dapat hidup di darat. Pada manusia,
terdapat masa “part fish” dan “part human” yang disebut merman dan mermaid.
penampilan seperti ikan ini ada pada masa dalam kandungan bayi selama
proses
perkembangan. Kemudian, penampilan tersebut akan hilang pada manusia dewasa.
Aristoteles
Benda-benda
hidup berkembang makin sempurna karena pengaruh kekuatan tertentu, yaknientelecy,
dan makhluk hidup di daratan berasal dari makhluk hidup di lautan.
Epicurus
Epicurus
Sependapat dengan Aristoteles bahwa organisme berubah dan berkembang makin
kompleks dan makin maju. Namun bukan karena faktor entelecy yang
mempengaruhinya, melainkan karena faktor”natural law”.
August Weismann
Ilmuan
ini melengkapi teori evolusi Darwin dengan teori genetika modern. Menurutnya,
evolusi adalah masalah genetika, yakni soal keturunan bagaimana mewariskan
gen-gen melalui sel kelamin.
Evolusi
dapat berlangsung karena :
Mutasi
Mutasi
adalah perubahan materi genetik (gen/kromosom) yang dapat diwariskan secara
genetik pada keturunannya. Mutasi ini akan menghasilkan alel baru, kemudian
melalui proses perkawinan (kombinasi) akan menghasilkan variasi baru.
Seleksi Alam
Seleksi
terhadap anggota populasi sehingga anggota yang kuat dan sehat yang dapat
bertahan hidup. (teori Darwin : “survival of the fittest”)
Menurut
Teilhard de Chardin, proses evolusi
dibagi menjadi 3 tahap :
Tahap Geosfer
Merupakan
tahap pra-hidup (sebelum adanya kehidupan). tahap perubahan ini terutama
menyangkut pada perubahan tata surya.
Tahap Biosfer
Permasalahan
pada tahap ini adalah “loncatan” munculnya manusia.
Tahap Nesosfer
Menurut
Teilhard, yang penting pada makhluk hidup, dalam hal ini, manusia adalah
terjadinya evolusi melalui kesadaran batinnya yang semakin mantap.
Proses
evolusi dapat terjadi karena variasi genetik dan seleksi alam. Adanya variasi
genetik akan memunculkan sifat-sifat baru yang akan diturunkan. Variasi genetik
ini disebabkan karena adanya mutasi gen. Seleksi alam juga merupakan mekanisme
evolusi. Individu-indivu akan beradaptasi dan berjuang untuk mempertahankan
hidupnya, sehingga individu akan mengalami perubahan morfologi, fisiologi, dan
tingkah laku.
Seleksi
alam dan adaptasi. Proses adaptasi akan diikuti dengan proses seleksi. Individu
yang memiliki adaptasi yang baik akan dapat mempertahankan hidupnya, memiliki
resistensi yang tinggi dan dapat melanjutkan keturunannya. Sedangkan individu
yang tidak dapat beradaptasi akan mati selanjutnya akan punah. Untuk memahami
adaptasi dan seleksi alam.
Aliran
gen. Dengan adanya aliran gen maka akan terjadi perpindahan alel di antara
populasi-populasi melalui migrasi dan individu yang kawin.
Perkawinan
yang tidak acak. Perkawinan tak acak dapat mengakibatkan alel yang membawa
sifat lebih disukai akan menjadi lebih sering dijumpai dalam populasi,
sedangkan alel dengan sifat yang tidak disukai akan berkurang dan mungkin akan
hilang dari populasi. Perkawinan yang terjadi antar keluarga dekat dapat
mengakibatkan frekuensi gen abnormal atau gen resesif.
Genetik
drift. Genetik Drift merupakan perubahan secara acak pada frekuensi gen dari
populasi kecil yang terisolasi. Keadaan ini dapat Anda jumpai pada populasi
terisolir kaum Amish di Amerika, ternyata ada yang membawa alel yang
menyebabkan sifat cebol satu dari setiap seribu kelahiran. Hasil perkawinan
secara acak tidak akan mengubah populasi tertentu. Penghitungan populasi secara
acak tersebut dapat ditentukan dengan hukum Hardy Weinberg. Hukum Hardy
Weinberg menyatakan bahwa frekuensi gen dalam populasi dapat tetap distabilkan
dan tetap berada dalam keseimbangan dari satu generasi. Syarat terjadinya
prinsip ini adalah:
Perkawinan
secara acak.
Tidak
ada seleksi alam.
Jumlah
populai besar.
Tidak
terjadinya mutasi maju atau surut.
Tidak
ada migrasi.
Secara
umum, hukum Hardy Weinberg dapat dirumuskan sebagai berikut :
Bila
frekuensi alel A di dalam populasi diumpamakan p, Frekuensi alel a diumpamakan
q, Hasil perkawinan heterozigote antara Aa × Aa akan diperoleh hasil sebagai
berikut:
Homozigot
dominan AA = p × p = p2
Heterozigot
2 Aa = 2p × q = 2pq
Homozigot
resesif = aa = q × q = q2
Sehingga
persamaan rumusnya adalah :
” p2 (AA) + 2 pq (Aa) + q2 (aa) karena (p + q)2
= 1, maka p + q = 1, sehingga p = 1 – q “

0 comments:
Post a Comment