A. Persebaran Makhluk Hidup
Terdapat
tiga cara penyebaran makhluk hidup yang terjadi di bumi, yaitu sebagai berikut:
Ø Gang (koridor) : Penyebaran
melalui bermacam-macam habitat.
Ø Filter :
Penyebaran melalui gang dengan kisaran habitat yang terbatas sehingga hanya
sebagian biota saja yang menyebar.
Ø Untung-untungan :
Penyebaran yang terjadi secara kebetulan atau tidak sengaja. Contohnya kelapa
yang ada di pinggir pantai yang terbawa oleh air.
Terdapat
tiga lingkungan utama/tempat tinggal (Biocyrcle) makhluk hidup, yaitu:
Ø Darat
Ø Air Tawar
Ø Air Asin
Tidak
tersebarnya makhluk hidup secara merata disebabkan oleh faktor-faktor sebagai
berikut:
1.
Faktor
Klimatik
Faktor
ini meliputi suhu, kerena tidak semua makhluk hidup mampu hidup di segala suhu,
mereka memiliki ketahanan suhu yang berbeda.
2.
Kelembapan
Faktor
ini meliputi udara, uap air yang terkandung dalam massa udara. Ada empat
kelompok
utama,
yaitu xerophyta, mesophyta, hyqrophyta,
dan tropophyta.
3. Angin
Angin adalah alat
transportasi yang memindahkan awan/uap air dari satu tempat ke tempat yang
lainnya.
4. Curah Hujan
Air hujan yang turun ke
permukaan bumi, akan menjadi persediaan air tanah.
5.
Faktor
Edafik (jenis tanah) berpengaruh terhadap tanaman.
6. Faktor Fisiologi, ketinggian
tempat dan bentuk wilayah.
7. Faktor Biotik,
manusia mengolah dan memanfaatkan lingkungannya.
B. Pembagian Iklim Dunia
Iklim
di suatu daerah berkaitan erat dengan letak garis lintang dan ketinggiannya di
muka bumi. Berdasarkan letak garis lintang dan ketinggian tersebut, maka iklim
dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu iklim matahari dan iklim fisis.
Iklim Matahari
Iklim
matahari didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh
permukaan bumi.
Iklim Tropis
Iklim
tropis terletak antara 0° – 231/2° LU/LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi.
Ciri-ciri iklim tropis adalah sebagai berikut:
Suhu
udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara
antara 20- 23°C. Bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai
30°C.
Amplitudo
suhu rata-rata tahunan kecil. Di kwatulistiwa antara 1 – 5°C, sedangkan
ampitudo hariannya lebih besar.
Tekanan
udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan. Hujan banyak
dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.
Iklim Sub Tropis
Iklim
sub tropis terletak antara 231/2° – 40°LU/LS. Daerah ini merupakan peralihan
antara iklim tropis dan iklim sedang. Ciri-ciri iklim sub tropis adalah sebagai
berikut:
Batas
yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah
iklim tropis ke iklim sedang.
Terdapat
empat musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi. Tetapi musim dingin
pada iklim ini tidak terlalu dingin. Begitu pula dengan musim panas tidak
terlalu panas.
Suhu
sepanjang tahun menyenangkan. Maksudnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu
dingin.
Daerah
sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya
kering disebut daerah iklim Mediterania, dan jika hujan jatuh pada musim panas
dan musim dinginnya kering disebut daerah iklim Tiongkok.
Iklim Sedang
Iklim
sedang terletak antara 40°- 661/2° LU/LS. Ciri-ciri iklim sedang adalah sebagai
berikut:
Banyak
terdapat gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering
berubah-ubah, arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu, dan sering
terjadi badai secara tiba-tiba.
Amplitudo
suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan
dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.
Iklim Dingin (Kutub)
Iklim
dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini disebut pula sebagai
iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu iklim tundra dan iklim es.
Ciri-ciri
iklim tundra adalah sebagai berikut:
Musim
dingin berlangsung lama.
Musim
panas yang sejuk berlangsung singkat.
Udaranya
kering.
Tanahnya
selalu membeku sepanjang tahun.
Di
musim dingin tanah ditutupi es dan salju.
Di
musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat mencairnya es di permukaan
tanah.
Vegetasinya
jenis lumut-lumutan dan semak-semak.
Wilayahnya
meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland,
dan pantai utara Siberia. Sedangkan ciri-ciri iklim es atau iklim kutub
adalah sebagai berikut:
Suhu
terus-menerus rendah sekali sehingga terdapat salju abadi.
Wilayahnya
meliputi: kutub utara, yaitu Greenland (tanah hijau) dan Antartika di kutub
selatan.
Iklim Fisis
Apa
yang dimaksud dengan iklim fisis. Iklim fisis adalah menurut keadaan atau fakta
sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam
yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang
luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan. Iklim fisis dapat dibedakan
menjadi iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi, iklim gunung/pegunungan
dan iklim musim (muson).
Iklim laut (Maritim)
Iklim
laut berada di daerah tropis dan sub tropis; dan daerah sedang. Keadaan iklim
di kedua daerah tersebut sangat berbeda.
Ciri
iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah
sebagai berikut:
Suhu
rata-rata tahunan rendah.
Amplitudo
suhu harian rendah/kecil.
Banyak
awan.
Sering
hujan lebat disertai badai.
Ciri-ciri
iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut: Amplituda suhu harian dan
tahunan kecil.
Banyak
awan.
Banyak
hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik.
Pergantian
antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.
Iklim Darat (Kontinen)
Iklim
darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang.
Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang 40(, yaitu
sebagai berikut :
Amplitudo
suhu harian sangat besar sedang tahunannya kecil.
Curah
hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai taufan.
Ciri
iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
Amplitudo
suhu tahunan besar.
Suhu
rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah.
Curah
hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas.
Iklim Dataran Tinggi
Iklim
ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut:
Amplitudo
suhu harian dan tahunan besar.
Udara
kering.
Lengas
(kelembaban udara) nisbi sangat rendah.
Jarang
turun hujan.
Iklim Gunung
Iklim
gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya,
yaitu sebagai berikut:
Amplitudo
suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi.
Terdapat
di daerah sedang.
Amplitudo
suhu harian dan tahunan kecil.
Hujan
banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan.
Kadang
banyak turun salju.
Iklim Musim (Muson)
Iklim
ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah
tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Setengah
tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan;
Setengah
tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim
kemarau.
Selain
pembagian iklim menurut letak garis lintang dan ketinggian tempat, berikut ini
akan diuraikan tentang pembagian iklim menurut beberapa para ahli antara lain :
Pembagian Iklim Menurut Dr.
Wladimir Koppen
Pada
tahun 1918 Dr Wladimir Koppen (ahli ilmu iklim dari Jerman) membuat klasifikasi
iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim
tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di
atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim
pokok. Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E.
Iklim
A atau iklim tropis. Cirinya adalah sebagai berikut:
Suhu
rata-rata bulanan tidak kurang dari 18°C.
Suhu
rata-rata tahunan 20°C-25°C.
Curah
hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun.
Tumbuhan
yang tumbuh beraneka ragam.
Iklim
B atau iklim gurun tropis atau iklim kering, dengan ciri sebagai berikut:
Terdapat
di daerah gurun dan daerah semiarid (steppa).
Curah
hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar.
Iklim
C atau iklim sedang. Ciri-cirinya adalah suhu rata-rata bulan terdingin antara
18° sampai -3°C.
Iklim
D atau iklim salju atau microthermal. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan
terdingin kurang dari – 3°C.
Iklim
E atau iklim kutub . Cirinya yaitu terdapat di daerah Artik dan Antartika, suhu
tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang
dari – 3°C.
Daerah
iklim A, terbagi menjadi empat macam iklim, yaitu sebagai berikut :
(1)
Af = Iklim panas hujan tropis
(2)
As = Iklim savana dengan musim panas kering.
(3)
Aw = Iklim savana dengan musim dingin kering.
(4)
Am = Iklim antaranya, musim kering hanya sebentar.
Daerah
iklim B, terbagi menjadi dua macam iklim, yaitu :
(1)
Bs = Iklim steppa, merupakan peralihan dari iklim gurun (BW) dan iklim lembab
dari iklim A, C, dan D.
(2)
BW = Iklim gurun.
Daerah
iklim C, terbagi menjadi tiga macam iklim, yaitu :
(1)
Cs = Iklim sedang (laut) dengan musim panas yang kering atau iklim lembab agak
panas kering.
(2)
Cw = Iklim sedang (laut) dengan musim dingin yang kering atau iklim lembab dan
sejuk.
(3)
Cf = Iklim sedang (darat) dengan hujan pada semua bulan.
Daerah
iklim D, terbagi dua macam iklim, yaitu :
(1)
Dw = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering.
(2)
Df = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab.
Daerah
iklim E, terbagi menjadi 2 macam iklim, yaitu :
(1)
ET = Iklim tundra, temperatur bulan terpanas antara 0( sampai 10(C.
(2)
Ef = Iklim salju , iklim dimana terdapat es abadi.
Perlu
Anda ketahui bahwa menurut Koppen di Indonesia terdapat tipe-tipe iklim Af, Aw,
Am, C, dan D.
Af
dan Am : Terdapat di daerah Indonesia bagian barat, tengah, dan utara, seperti
Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Utara.
Aw
: Terdapat di Indonesia yang letaknya dekat dengan benua Australia seperti
daerah-daerah di Nusa Tenggara, Kepulauan Aru, dan Irian Jaya pantai selatan.
C
: Terdapat di hutan-hutan daerah pegunungan.
D
: Terdapat di pegunungan salju Irian Jaya.
Iklim
E atau iklim kutub . Cirinya yaitu terdapat di daerah Artik dan Antartika, suhu
tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang
dari – 3°C.
Dari
kelima daerah iklim tersebut sebagai variasinya diperinci lagi menjadi beberapa
macam iklim, yaitu:
Pembagian Iklim Menurut F. Junghuhn
Berdasarkan
hasil penyelidikan Junghuhn pembagian daerah iklim di Jawa ditetapkan secara
vertikal sesuai dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan.
Menurut
Junghuhn pembagian daerah iklim dapat dibedakan sebagai berikut :
Daerah panas/tropis
Tinggi
tempat antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu 26,3° – 22°C. Tanamannya
seperti padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.
Daerah sedang
Tinggi
tempat 600 – 1500 m dari permukaan laut. Suhu 22° -17,1°C. Tanamannya seperti
padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran.
Daerah sejuk
Tinggi
tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° – 11,1°C. Tanamannya
seperti teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran. Daerah dingin Tinggi tempat lebih
dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C. Tanamannya tidak ada
tanaman budidaya.
Pembagian Iklim Menurut Mohr
Mohr
membagi iklim berdasarkan curah hujan yang sampai ke permukaan bumi, yaitu
menjadi
tiga golongan sebagai berikut :
Bulan
kering (BK), yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut kurang
dari 60 mm.
Bulan
sedang (BS, yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut berkisar
antara 60 – 90 mm. Bulan basah (BB), yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam
bulan tersebut 100 mm ke atas.
C. Persebaran Fauna
Wilayah
persebaran fauna pertama kali diperkenalkan oleh Sclater (1858) dan kemudian
dikembangkan oleh Huxley (1868) dan Wallace (1876). Ada beberapa faktor alam
yang mempengaruhi persebaran fauna di dunia yang bersifat menghambat, yaitu
faktor-faktor fisikyang berhubungan dengan keadaan di bumi, misalnya :
Perairan (sungai, danau, laut)
Daratan
(gunung, lembah, jurang, padang pasir, dll)
Iklim
(suhu, tekanan udara, kelembaban dll)
Alfred Russel Wallace
mengelompokkan
Persebaran
fauna di dunia menjadi 6 wilayah, yaitu :
Paleartik
Kawasan
persebaran fauna paleartik meliputi bagian utara benua Asia dan Eurasia,
Himalaya, Afghanistan, Persia, Afrika, Inggris dan Jepang.
Neartik
Kawasan
ini meliputi daerah Holartic, yaitu meliputi seluruh Amerika Utara, dataran
tinggi Meksiko dan Greenland
Etiopian
Persebaran
fauna Etiopian ini meliputi daerah Afrika sebelah selatan, gurun Sahara,
Madagaskar dan wilayah Arabia bagian selatan.
OrientalWilayah
persebaran fauna oriental meliputi seluruh Asia Tenggara dan selatan termasuk
Indonesia bagian barat.
Australian
Daerah
yang termasuk dalam wilayah persebaran fauna Australis adalah benua Australia,
Selandia Baru, Papua, Maluku dan pulau-pulau kecil di sekitar samudera Pasifik.
Neotropical
Daerah
persebaran fauna Neotropical terbentang dari Amerika Selatan, Meksiko bagian
selatan, termasuk Amerika Tengah.



0 comments:
Post a Comment